Selasa, 23 Juni 2015

Penyakit Menular Seks

Penyakit Menular Seks - Penyakit Menular Seksual (PMS) dapat tertularkan melalui kontak seksual baik dengan proses hubungan intim via vagina, anal, atau oral. Infeksi dapat tertular dari wanita ke wanita atau dari pria ke pria.
Beberapa penyakit menular dapat disembuhkan dengan antibiotik, namun penyakit seperti HIV tidak ada pengobatan untuk menyembuhkan namun terdapat terapi untuk mengurangi gejala. Bila seseorang terinfeksi dengan PMS akan sulit terlihat, oleh karena itu sangat penting untuk memeriksakan diri bila Anda sudah pernah berhubungan intim tanpa perlindungan dengan pasangan bukan tetap.
Gejala Klinis Ketika Tertular Penyakit Menular Seks
Banyak yang tidak menyadari kalau mereka terinfeksi oleh PMS, termasuk beberapa wnaita yang terkena infeksi chlamydia. Bila tidak diobati, chlamydia dapat mempengaruhi fertilitas wanita. Sebanyak 50% wanita dan 10% pria yang terinfeksi dengan gonorrhea tidak ada gejala.  Segera lakukan pemeriksaan jika Anda menemukan gejala-gejala berikut ini:
Nyeri saat buang air kemih
Gatal, rasa terbakar atau perasaan kesemutan pada alat kelamin
Luka, bintik-bintik atau benjolan pada alat kelamin dan anus
Serbuk hitam atau titik-titik putih pada celana dalam (dapat menandakan telur kutu)
Untuk pengetahuan Anda, setiap gejala yang muncul berbeda-beda pada jenis kelamin.
Keputihan bewarna kuning atau hijau
Keputihan yang berbau
Pendarahan diluar sikluas haid atau setelah berhubungan intim
Nyeri saat berhubungan
Nyeri perut bawah
Demikian gejala tertular penyakit menular seks pada wanita. Pun kondisi gejala yang berbeda muncul pada jenis kelamin pria. Karena selain secara fisiologis berbeda, meskipun sebagian besar penyakit yang tertular sama, namun kondisi gejala yang muncul berbeda. 
Berikut adalah pennjelasan gejala yang muncul pada jenis kelamin pria, ketika pria tertular penyakit menular seks:
Keluarnya cairan dari penis
Iritasi pada alat kelamin
Paparan gejala-gejala diatas belum menentukan secara pasti 100% Anda terkena PMS,  namun tidak ada salahnya lakukan pemeriksakan untuk mendapatkan kejelasan dari gejala yang dialami.


Bagaimana cara agar aman saat berhubungan intim? Gunakan kondom untuk melindungi Anda dari tertularnya PMS. Meskipun penggunaan kondom masih berisiko, pencegahan yang paling baik adalah tidak melakukan hubungan seks bebas dan bertanggung jawab penuh pada kesehatan diri.