Selasa, 05 Mei 2015

10 Tanda Jantung Tidak Sehat

10 Tanda Jantung Tidak Sehat - Jantung dan pembuluh darah (sistem kardiovaskular) merupakan sistem yang kompleks. Jika diumpamakan, jantung berperan seperti reservoir dan pompa utama air, dan pembuluh darah berperan seperti pipa-pipa air yang menyalurkan air bersih ke berbagai area yang membutuhkan.
Apabila terdapat masalah dengan jantung, maka suplai darah ke berbagai organ tubuh juga ikut terganggu, sehingga dapat menimbulkan gejala baik pada jantung maupun pada bagian tubuh yang menerima aliran darahnya.Indikator kesehatan jantung dapat diketahui dari ada tidaknya gejala terkait, pemeriksaan fisik dan penunjang yang diperlukan. Selain nyeri dada yang khas, beberapa gejala berikut juga dapat menunjukkan adanya masalah pada jantung:
10 Tanda Jantung Tidak Sehat

1. Kelelahan


Rasa lelah terus-menerus dapat menandakan gangguan pada jantung. Keluhan ini lebih sering dirasakan oleh wanita. Rasa lelah yang dimaksud terasa amat berat, berbeda dengan rasa lelah sehabis melakukan aktivitas sehari-hari. Keluhan ini dapat berlangsung beberapa hari sebelum terjadi serangan jantung.

2. Keringat yang berlebihan


Gangguan jantung juga perlu dicurigai apabila saat beristirahat, sedang duduk santai, cuaca tidak sedang panas, atau tidak melakukan aktivitas berat, Anda justru berkeringat berlebihan seperti sehabis berolahraga.

3. Mual dan tidak nafsu makan


Pada kasus gagal jantung, terdapat penumpukan cairan di dalam rongga perut sehingga perut terasa penuh dan nafsu makan ikut menurun. Selain itu ketika terjadi serangan jantung, beberapa orang juga mengeluhkan rasa mual, nyeri pada ulu hati, hingga muntah.

4. Pusing


Keluhan sering pusing hingga pingsan dapat terkait dengan aritmia (gangguan irama jantung).

5. Bengkak pada anggota tubuh


Timbulnya bengkak terkait dengan retensi (tertahannya) cairan di dalam tubuh, sering kali terjadi pada gagal jantung. Mulanya terjadi pada area yang paling jauh dari jantung seperti kaki atau tangan. Bengkak ini disebut dengan edema. Penderita akan mengalami kesulitan memakai sepatu, atau ketika membuka sepatu akan tampak indentasi pada area bengkak

6. Mengorok


Mengorok dapat berkaitan dengan sleep apnea (berhentinya napas saat tidur). Sleep apnea meningkatkan risiko serangan jantung 3 kali lipat dalam waktu 5 tahun ke depan. Sleep apnea dapat memicu kerusakan jantung sisi kanan, karena paru-paru bekerja ekstra keras untuk melancarkan jalan napas akibat sumbatan jalan napas yang terjadi pada sleep apnea.

7. Penyakit gigi dan gusi


Terdapat kaitan antara kesehatan gigi dan gusi dengan kesehatan jantung. Apabila seseorang mengalami penyakit periodontal, bakteri dapat menyebar melalui pembuluh darah menuju organ lain seperti jantung. Di sisi lain, gangguan suplai darah menuju gusi dapat memicu terjadinya penyakit periodontal.

8. Batuk


Jenis batuk yang dimaksud di sini adalah batuk yang disertai kesulitan bernapas, akibat adanya cairan di dalam paru-paru. Cairan ini terkait dengan ketidakmampuan jantung memompa darah secara normal, sehingga darah akan berakumulasi di paru.

9. Gangguan fungsi seksual


Kelainan seperti disfungsi ereksi dapat menjadi salah satu manifestasi gangguan jantung dan pembuluh darah, di mana penyempitan dan plak pada pembuluh darah dapat mengurangi asupan oksigen untuk organ tubuh termasuk organ genitalia.

10. Kecemasan



Seseorang yang sedang mengalami serangan jantung cenderung mengalami kecemasan atau perasaan takut mati. Sebaliknya, rasa cemas yang berlebih dapat memicu stres emosional yang juga merupakan faktor risiko serangan jantung.